Purbalingga, 1 Agustus 2025 — MTsN 2 Purbalingga menggelar kegiatan Pembukaan Diklat Tahsin Baca Tulis dan Tahfidz Al-Qur’an dengan Metode Yanbu’a, yang diperuntukkan bagi seluruh guru pembimbing BTQ dan diikuti pula oleh seluruh guru dari berbagai mata pelajaran. Diklat ini merupakan bagian dari langkah strategis madrasah untuk membangun kualitas pendidikan Al-Qur’an yang lebih sistematis dan terstandar.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini dua sosok yang telah dikenal luas sebagai praktisi dan trainer metode Yanbu’a, yaitu KH. Mashudi Munir Al Hafidz dan Hj. Khofifatul Azizah. Keduanya akan mendampingi para guru dalam mendalami metode pembelajaran BTQ berbasis tahsin dan tajwid yang aplikatif, menyenangkan, dan sesuai standar pengajaran Yanbu’a.
Acara secara resmi dibuka oleh H. Sodikin, Pengawas Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik adalah kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh seluruh guru madrasah, tanpa memandang latar belakang mata pelajaran yang diampu.
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Purbalingga, H. Solahudin Honi Setiadi, dalam sambutannya menjelaskan latar belakang diselenggarakannya diklat ini, yaitu bahwa salah satu target dari Kementerian Agama adalah agar siswa lulusan madrasah minimal menghafal 2 juz Al-Qur’an.
Kegiatan ini direncanakan berlangsung 2 hari, dari tanggal 1 – 2 Agustus dari pukul 14.00 sampai 16.00 WIB. Dengan semangat kebersamaan, diklat ini diharapkan menjadi titik awal terbentuknya budaya madrasah yang kuat dalam literasi Al-Qur’an

Suasana penuh semangat dan kehangatan mewarnai hari pertama pelaksanaan Diklat Tahsin Metode Yanbu’a di MTsN 2 Purbalingga. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru, terutama para pembimbing BTQ dan Tahfidz ini memasuki sesi awal dengan fokus pada pendalaman Juz 1 dan 2 dari total 6 Juz buku Yanbu’a yang menjadi standar dalam pembelajaran BTQ.
Sebagai narasumber utama, KH. Mashudi Munir Al Hafidz membuka sesi dengan menyampaikan tata cara pembelajaran Metode Yanbu’a secara menyeluruh, mulai dari etika dan adab sebelum memulai pelajaran. Ia mencontohkan urutan pembelajaran yang diawali dengan “Salam sebelum Kalam,” pembacaan Hadlrah, doa pembuka “Kalamun Qadim…”, hingga masuk ke inti pelajaran dengan praktik bacaan.
engan gaya khas pesantren yang penuh nuansa keakraban dan kegembiraan, KH. Mashudi membimbing peserta mengeksplorasi buku Juz 1 dan Juz 2, untuk penguatan makharijul hutuf dan tajwid secara perlahan. Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi mempraktikkan cara membaca yang benar. Banyak yang merasa mendapatkan pengalaman baru, terutama dalam hal metode dan adab pembelajaran.

Di penghujung sesi, KH. Mashudi menyampaikan tata cara penutupan pembelajaran yang tak kalah penting, yaitu dengan membaca surat-surat pendek dan dilanjutkan dengan sholawat “Maulaa Yaa Sholli wa Sallim Daa’iman Abadaa…”, sebagai bentuk penutup yang berkah dan penuh makna.
Dengan berakhirnya hari pertama, diklat ini diharapkan mampu memberikan landasan kuat bagi para guru dalam mengajar BTQ secara benar, beradab, dan terstandarisasi. Hari berikutnya direncanakan akan melanjutkan pembahasan ke Juz berikutnya hingga seluruh materi tuntas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Explore More

SEMANGAT MEMASUKI HARI PERTAMA EFEKTIF PROSES PEMBELAJARAN

Purbalingga, 21 Juli 2025 – Setelah melewati rangkaian kegiatan pada minggu pertama tahun pelajaran 2025/2026, MTs Negeri 2 Purbalingga resmi memasuki minggu efektif pertama pembelajaran pada Senin (21/07). Kegiatan sebelumnya

SABERLING; Sabtu Bersih Lingkungan Madrasah

Purbalingga (26/07/2025) – Pagi ini kegiatan SABERLING (Sabtu Bersih Lingkungan) mulai digulirkan. SABERLING merupakan program rutin mingguan, yang melibatkan seluruh peserta didik dari kelas 7 hingga kelas 9, dengan bimbingan